Nama : Selvi Noor Azizah
Nim : 1840210021
Kelas : KPI/A4
Tugas :Catatan Kuliah Kelompok 3
Mata Kuliah Teknik Wawancara dan Reportase
Pada pertemuan ketiga dalam mata kuliah
teknik wawancara dan reportase kali ini saya akan membahas tema wawancara dan reportase
di media cetak. Yuk simak penjelasannya.
Wawancara
media cetak adalah tanya jawab antara reporter media cetak dengan narasumber
dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan atau keterangan dari narasumber
tersebut. narasumber diwawancarai karena dua alasan, yaitu : pertama, karena
narasumber dianggap menguasai permasalahan. Kedua, karena ia terlibat langsung
atau tidak langsung (hanya menyaksikan) dengan kejadian atau peristiwa yang
menjadi topik pembicaraan.
Adapun teknik wawancara bisa dikelompokkan menjadi dua (2) bagian.
1.
Teknik verbal yang betul-betul memerlukan alat bantu hard ware
yang diperlukan.
2.
Teknik substansial – teknik yang terkait dengan kemampuan jurnalis
dari segi ketajaman nuraninya dalam menentukan pilihan tema, tempat dan saat
yang tepat bagi berlangsungnya sebuah wawancara. Disini perlu adanya ketajaman analisis sosial.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai persiapan wawancara,
yaitu:
1.
Melakukan riset sebelum wawancara dilakukan
2.
Usahakan menyusun pertanyaan dengan baik
3.
Harus ada persiapan jika pertanyaan dijawab tidak sesuai harapan
4.
Berani mengambil keputusan
5.
Dalam situasi tertentu, reporter sebelum wawancara sudah menjalin
kontak komunikasi dengan narasumber yang akan diwawancarai
Tidak semua
berita layak untuk dipublikasikan, berikut kriteria layak berita:
1.
Timeliness dan immediacy
(Peristiwa
yang memiliki kelayakan berita yaitu peristiwa yang segar, baru terjadi
beberapa detik yang lalu)
2.
Proximity (Peristiwa yang
layak menjadi berita bisa juga dilihat dari unsur kedekatan (geografis,
emosional) dengan pembaca, relevansi bagi pembaca).
3.
Conflict (Konflik baik
yang berbentuk fisik (perseteruan antar kelompok) dan nonflik (perbedaan
pendapat) umumnya akan menarik perhatian khalayak).
4.
Eminence and Prominence (berarti
menyangkut peristiwa dan/atau orang terkenal).
5.
Consequence and Impact (berarti
peristiwa memiliki konsekuensi pada kehidupan khalayak serta menimbulkan
rangkaian peristiwa lain).
6.
Human interest (peristiwa yang
menarik perhatian dan menyentuh perasaan khalayak).
Teknik
peliputan berita
Dalam pencarian
berita, seorang wartawan atau reporter memperoleh bahan baerita melalui liputan
atau mencari tahu secara langsung ke lapangan. Proses
pencarian dan penciptaan berita diduga dimulai dari ruang redaksi melalui forum
dapat proyrksi (rapat perencanaan berita/rapat peliputan/rapat rutin wartawan
dibawah koordinasi koordinator liputan). Rapat biasanya dilaksanakan sore atau
malam hari, dihadiri seorang atau beberapa redaktur. Dalam rapat ini, setiap
reporter atau wartawan mengajukan usulan liputan.
Untuk berita
yang sifatnya tiba-tiba atau tak terduga, reporter atau wartawan harus
pandai-pandai berburu /hunting. Sebagai pemburu, wartawan harus memiliki
beberapa kemampuan dasar, yaitu memiliki kepekaan yang tajam (sense of news),
daya pendengaran berita yang baik (hear of news), mengembangkan daya penciuman
berita yang tajam (niose of news), mempunyai tatapan penglihatan berita yang
tajam yang jauh dan jelas (news seeing), piawai dalam melatih indra perasa
berita (news filling), dan senantiasa diperkaya dengan berbagai pengalaman
berita yang dipetik dan digali langsung dari lapangan (news experience).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar